Laman

Tampilkan postingan dengan label Jakarta Oh Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta Oh Jakarta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2012

Jakarta Oh Jakarta: Powerful City!

Saya sedang kebingungan memposting apa, jadi lebih baik menikmati sedikit foto-foto seputar megahnya Jakarta, monggo dilihat satu persatu.

1. Mega Kuningan
 
2. SCBD

3. Bundaran HI

4. Museum Fatahillah, Kota Tua Jakarta
5. Louis Vuitton Global Store, Plaza Indonesia

6. Hard Rock Cafe Jakarta


7. Taman Menteng

8. Kemacetan di Jalan Gatot Subroto

Selasa, 24 Januari 2012

Jakarta Oh Jakarta: Gedung Pencakar Langit Favoritku.

Sama seperti banyak negara berkembang lainnya, peningkata pertumbuhan ekonomi tentunya akan dibarengi dengan pertumbuhan kota-kota besar menjadi sebuah metropolitan, tak terkecuali Jakarta. Ibukota negeri kita tercinta ini kian hari kian disesaki oleh bermunculannya gedung-gedung pencakar langit sehingga membuat tampilannya kian megah. Namun sayang, penyebaran gedung-gedung tinggi di Jakarta tidak merata, malah membnetuk kantong-kantong downtown sendiri. Kalau saja deretan gedung pencakar langit ini diatur dengan rapi, pasti Hong Kong dan New York bakalan punya saingan baru. By the way, postingan kali ini saya akan menampilkan gedung-gedung tinggi di Jakarta yang menjadi favorit saya karena bentuknya yang unik dan mencolok. Enjoy!

1. Menara BCA
Hingga saat ini, Menara BCA masih menempati gedung tinggi dengan jumlah lantai terbanyak yaitu 54 lantai. Terletak tepat di depan Bundaran HI menjadikan lokasi gedung ini tergolong premium. Terlebih Menara BCA adalah bagian dari superblok Grand Indonesia yang didalamnya terdapat Hotel Indonesia Kempinski, Grand Indonesia Shopping Town dan Kempinski Apartment, membuat harga propertinya sangat mahal dan prestisius.

2. Bakrie Tower
Menjadi perlambang kesuksesan Bakrie group sebagai perusahaan papan atas Indonesia dan Asia Tenggara. Terletak di kawasan superblok Rasuna Epicentrum di Kuningan, Jakarta Selatan, gedung hampirdapat dilihat dari segala penjuru mata angin karena tampilannya yang sangat mencolok dengan desain liukan yang menggoda. 

3. Wisma BNI 46
Masih menjadi gedung pencakar langit tertinggi di Indonesia jika dihitung hingga tinggi tiang antenanya. Terletak di muka Jalan Jenderal Sudirman, gedung ini berada di kawasan Kota BNI yang didalamnya terdapat Hotel Shangri-La Jakarta. Bentuknya yang unik seperti ujung pulpen membuat gedung menjadi ikon Jakarta yang terkenal selain Monas. 

4. UOB Buana Plaza Jakarta
Desainnya sangat tidak bisa, berbentuk kotak puzzle yang tersusun acak dengan dominasi kaca warna biru tua yang segar. Terletak di kawasan Tosara, Jalan MH Thamrin, gedung menjadi salah satu yang sering dibicarakan dan dijadikan latar foto bagi warga Jakarta. 

5. Da Vinci Tower
Melihatnya, mengingatkan saya pada gedung-gedung megah di kawasan Fifth Avenue di Manhattan, New York City. Bentuk sangat Eropa dan klasik, membuatnya menjadi pemandangan yang mencolok setiap kali melintas Jalan Jenderal Sudirman menuju arah Bundaran HI.

6. Menara Tempo
Ini adalah gedung yang baru saja diresmikan pada akhir 2011 kemarin dan terletak di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Bentuknya sebenarnya sangat sederhana, namun garis-garis vertikal yang mengelilingi gedung ini sangat unik karena polanya sedikit miring dan membentuk alur yang ajaib.

7. Wisma Mulia
Gedung yang berada di Jalan Jenderal Gatot Subroto ini merupakan salah satu dari daftar 10 gedung tertinggi di Jakarta. Desain gedungnya sih menurut saya biasa-biasa saja, tapi mendadak menjadi sangat keren ketika melihat gedung ini dari arah timur yaitu dari arah Cawang, siluetnya sangat-sangat super, apalagi jika melihatnya saat matahari terbenam, super!

8. The Landmark at Dukuh Atas
Gedung yang menjadi pernah menjadi kantor si perampok seksi Melinda Dee ini merupakan gedung yang sering muncul di berbagai iklan dan film yang menggambarkan kosmpolitan Jakarta. Desainnya sederhana namun mampu terlihat sangat urban, apalagi jika jumlah lantainya lebih tinggi lagi, pasti sekilas akan mirip WTC Tower yang dulu pernah ada di New York City. Kedua gedung ini akan sangat tampak keren apabila dilihat dari atas jembatan Kuningan.

Jakarta Oh Jakarta: Berseliwernya Mobil Super Mewah di Jakarta!

Biarpun Indonesia masih merupakan sebuah negara berkembang, namun ajaibnya beberapa kali ditemukan bukti-bukti bahwa orang-orang kaya Indonesia termasuk dalam jajaran creme de la creme atau konsumen premium. Oke kita tahu bahwa orang kaya Indonesia begitu konsumtif dalam berbelanja, bahkan belanja di Singapura pun dijadikan sebagai agenda rutin akhir pekan. Begitu pula jika berbicara mengenai kendaraan mewah yang berseliweran di jalanan Jakarta, mudah sekali kita temui sedan Mercedes Benz, BMW, Audi dan Jaguar berseliweran dan telah menjadi pemandangan biasa. Namun untuk beberapa mobil yang benar-benar premium, ternyata ada juga konsumennya di Jakarta, dan sesekali tampak melenggang di jalanan ibukota. Beberapa mobil mewah tersebut ialah.

1. Hummer Giovanni 22
Harga mobil ini menembus angka milyaran Rupiah, dan ternyata populasinya cukup banyak di Jakarta.

2. Cadilac Escalade
Bukan hanya menjadi favorit selebritis Hollywood saja, ternyata di Jakarta pun ada peminatnya juga.

3. Mazda RX-8
Ini merupakan satu dari beberapa jenis mobil sport mewah yang beredar di berbagai kota besar di Indonesia.

4. Rolls Royce Phantom

Mobil kebanggaan aristokrat Inggris ini sering sekali ditemukan berkeliaran di seputaran kawasan Thamrin, saya tebak sih pasti pemiliknya adalah salah satu penghuni apartemen mewah di sana.

5. Lamborghini Galardo
Memang ada segelintir oang kaya Jakarta yang memiliki mobil ini, cuma saya bingung bagaimana caranya mereka memacu kecepatan yang dibanggakan mobil ini di tengah padatnya lalu lintas Jakarta?

6. Aston Martin Velano
Saya malah baru tau kalau di Jakarta ternyata ada juga yang memiliki mobil sport asal Inggris ini.

Senin, 09 Januari 2012

Jakarta Oh Jakarta: Menu Sarapan Sejuta Umat

Makanan adalah sumber energi, dan hal ini pasti sudah menjadi statement kuat di kehidupan manusia. Nggak usah ditanya kenapa alasannya, karena saya yakin naluri masing-masing manusia bisa memahami maksudnya, bahkan orang gila sekalipun. Rutinitas makan dimulai dengan sarapan di pagi hari yang merupakan asupan energi pertama di tiap harinya. Berbicara menegnai sarapan, pasti banyak sekali menu yag dibahas, entah sarapan roti ala sarapan di sinetron atau sarapan yang dimasak oleh ibu, yang pasti ini adalah salah satu ritual besar manusia setiap harinya disamping mandi dan buang air besar (oops!). Di Jakarta sendiri terdapat beberapa menu sarapan pagi yang jadi favorit sejuta umat, maksudnya mudah ditemukan di seluruh penjuru kota dan harga yang murah meriah. Berikut beberapa contohnya:

Bubur Ayam
Sepertinya bubur ayam pantas dijadikan sebagai lambang makanan sejuta umat karena sudah sangat terkenal dan disukai oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Sebenarnya bubur ayam sendiri terbagi dalam tiga kubu, ada kubu pagi yang berjualan menu sabu alias sarapan bubur, kubu malam untuk bubur ayam yang sengaja disajikan sebagai makanan ekstra bagi para makhluk malam (baca: mereka yang terbiasa makan esktra besar setelah makan malam alias perut karet) dan yang terakhir adalah kubu makanan rumah sakit karena menu ini menjadi salah satu menu pilihan banyak rumah sakit. Komposisi bubur ayam sendiri cukup sederhana, terdiri dari bubur nasi yang ditambah dengan minyak sayur, seledri, kacang kedelai goreng, suwiran ayam goreng, cakwe, kecap, sambal dan kerupuk. Biasanya para penjual bubur ayam menyediakan menu ekstra seperti sate telur puyuh, sate usus ayam dan sate ati-ampela, harganya juga masuk akal. Rekomendasi bubur ayam lezat di Jakarta adalah Bubur Ayam Cikini di seberang stasiun Cikini, dekat KFC Cikini, dan bubur ayam gang Sawo UI yang biasa mangkal di ujung gang dekat ruas jalan Margonda, Depok.

Ketoprak
Ini adalah salah satu makanan asli Betawi yang bersaudaraan dengan gado-gado dari segi bumbu, hanya saja berbeda dari beberapa komposisinya. Tidak seperti gado-gado yang lebih tampak seperti salad, ketoprak berisikan bahan-bahan yang 'sederhana' yakni potongan lontong, tahu  goreng, tempe goreng, bihun, taoge, mentimum dan siraman bumbu kacang serta kerupuk. Menjadi salah satu favorit banyak orang karena rasanya yang Indonesia banget serta porsi yang cukup besar dan harga murah. Untuk rekomendasi penjual ketoprak yang enak, sejauh ini saya belum menemukannya karena perasaan saya untuk rasa tidak banyak yang berbeda, tapi tetap mantap lah!

Nasi Uduk
Nasi uduk termasuk ke dalam jajaran menu sarapan sejuta umat karen harganya yang murah meriah dan tingkat kekenyangannya yang cukup tinggi. Merupakan nasi yang ditanak bersama dengan santan, saat disajikan ditambah dengan suwiran telor dadar, orek tempe, bihun goreng, bawang goreng dan kerupuk. Menu pelengkapnya adalah aneka gorengan, tahu dan tempe bacem serta pindang telur. Kisaran harganya adalah tiga ribu hingga tujuh ribu rupiah. Biasanya nasi uduk yang djual sebagai menu sarapan ini dijajakan oleh ibu-ibu, tempatnya juga sangat fleksibel, bisa di depan rumah penjualnya, di persimpangan jalan atau gang, pinggir jalan dan bahkan beberapa ada yang menjajakannya dengan berkeliling sejak subuh. Rekomendasi nasi uduk yang enak adalah Nasi Uduk Gundar, lokasinya di pinggir jalan akses UI, di samping mulut gang Haji Thoyib.

Lontong Sayur Padang
Selain serbuan rumah makan Padang dan sate Padang, ternyata Jakarta juga diserbu oleh menu lontong sayur Padang yang biasanya disajikan sebagai menu sarapan pagi dan juga menjadi favorit sejuta umat. Ciri khas penjual lontong sayur Padang adalah biasanya mereka berjualan di pinggir jalanan ramai , sekalipun itu berlokas di pasar, mereka tetap memilih berjualan di emperan yang lebih dekat dengan jalan raya. Komposisi menunya terdiri dari potongan ketupat yang disiram oleh kuah sayur bersantan, biasanya berupa gulai nangka muda atau gulai pakis, serta ditambah dengan taburan kerupuk merah. Sebenarnya menu ini cocok untuk makan siang, mengingat rasanya yang cenderung pedas, untuk yang nggak biasa pedas, bisa jadi malah bakalan bolak-balik ke toilet saat beraktifitas di siang hari. 

Soto Ayam
Soto ayam sebenarnya bukan merupakan sajia khas sarapan pagi, mengingat menu ini begitu fleksibel di makan kapan saja, namun belakangan makin banyak yang menjadikan soto ayam sebagai salah satu menu sarapan mereka. Soto adalah sejenis sup ala Indonesia yang cita rasanya juga mirip-mirip dengan sup-sup Asia Tenggara lainnya seperti tom yam dari Thailand dan chiet noddle dari Vietnam. Umumnya jenis soto ayam yang dijual sebagai sarapan pagi adalah jenis soto bening yang tidak menggunakan santan. Biasanya soto ayam ini berisi soun atau bihun, taoge, seledri, cincangan daun bawang, suwiran ayam goreng, taburan keripik kentang dan disiram dengan kuah soto yang berwarna kekuningan serta disajikan bersama nasi hangat. Untuk sebuah menu sarapan, soto termasuk sedikit mahal harganya, berkisar antara sembilan ribu hingga lima belas ribu rupiah. Jadi, sekarang mau sarapan dengan apa?

Kamis, 29 Desember 2011

Jakarta Oh Jakarta: Tempat Belanja Murah Meriah

Dulu saya berpikir bahwa harga-harga barang di Jakarta itu aka membuat saya ciut untuk membeli karena harganya mahal. Tetapi ketika pertama kali resmi tinggal sebagai kum urban Jakarta sekitar dua tahun yang lalu, saya terkaget-kaget saat sedang iseng menjelajah tempat-tempat belanja terkenal di Jakarta (yang pasti tujuan saya bukan mall-mall mewah semacam Plaza Indonesia) dan melihat dengan mata takjub (kalap sih sebenarnya) bahwa ternyata harga barang-barang di Jakarta, terutama item fashion begitu murah meriah dan kualitasnya pun cukup memuaskan.

 Mall Blok M yang berada di bawah tanah

Ketika itu saya sedang berada di mall bawah tanah Blok M dan hanya memiliki uang 150 ribu di dompet, tapi apa yang saya dapat? Saya berhasil memborong dua potong t-shirt dengan print yang T.O.P.B.G.T dan sepasang sepatu Converse imitasi (it's okay...), wow rasanya saya menjadi cowok yang paling keren saat itu.

 Pasar Senen

Saya juga pernah begitu penasarannya hingga sempat kesasar untuk mengunjungi bursa pakaian sisa impor di Senen yang saya tau dari beberapa sumber bahwa harganya sangat-sangat murah dan modelnya unik-unik. Sesampainya disana, saya dapat berbelanja kemeja flanel kualitas impor dengan harga sepuluh ribu per potong dan yang paling menyenangka adalah saya berhasil mendapatkan jeans Levis's model 501 denga harga LIMA RIBU RUPIAH. Perlu dicatat, untuk mendapatka harga murah disini, kita harus adu mulut dengan penjualnya (saling tawar maksudnya) sampai dapat harga termurah. Kalau nggak mempan juga, pakai jurus ibu saya yakni pergi begitu saja meninggalkan pedagangnya, tapi hal ini jarang berhasil pada saya, malah lebih sering sukses jika dilakukan oleh perempuan.

 Pusat Grosir Cililitan (PGC)

Lain lagi ketika saya pergi ke salah satu pusat grosir besar di Jakarta Timur yang juga merupakan salah satu titik gaul strategis ibukota, yakni Pusat Grosir Cililitan (PGC). Lokasinya sangat strategis, dapat dijangkau dari utara, selatan, timur dan barat Jakarta dengan mudah dan memiliki koneksi jalur busway yang bervariasi. Isi jualan didalamnya sebenarnya sama saja dengan pusat grosir lainnya, tapi yang menyenangkannya adalah makin hari jenis dagangan yang jual dijual kian meningkat namun harga-harga justru menjadi lebih murah. PGC juga dikenal sebagai salah satu pusat kuliner, salah satu yang  terkenal hingga selalu membuat atrian panjang tiap harinya yakni Don's Burger, sebuah kedai burger cita rasa premium dengan harga murah meriah.

 Tanah Abang

Nah, kalau berbicara kebutuhan mode, warga Jakarta pasti serempak menunjuk Tanah Abang sebagai pusat penjualan aneka ragam jenis pakaian, menjadi yang terbesar di Ingdonesia sehingga memiliki kuasa mendikte tren berpakaian hampir seluruh masyarakat negeri ini. Konon, Tanah Abang juga menjadi pusat grosir terbesar di Asia Tenggara dan menjadi tujuan impor terpenting bagi kebutuhan pakaian negeri-negeri di Afrika sana, dahsyat juga ya, hmmmm.

 Depok Town Square (Detos)

Terakhir, rekomendasi tempat belanja murah meriah adalah Depok Town Square atau biasa dikenal dengan sebutan Detos. Ini sih pendapat pribadi saya karena memang tempat inilah yang paling dekat dengan tempat kuliah saya. Disini saya membeli buku, sepatu, kadang-kadang baju dan juga tempat untuk mengajak gebetan makan malam yang dibuat seromantis mungkin, padahal aslinya saling kepedasan karena sambal ayam penyet yang nggak kira-kira porsinya. Tiga tempat yang paling saya rekomendasikan di Detos adalah jajaran pedagang sepatu di lantai dasar yang menjual aneka macam model sepatu dengan harga murah, lalu TM Book Store yang selalu menjadi surga dalam pencarian buku-buku berkualitas dengan harga mahasiswa da terakhir adalah Steak Moen-moen di bagian food court yang menyajikan menu steak porsi besar dengan harga terjangkau. Semoga menginspirasi pembaca untuk belanja, karena terkadang belanja adalah obat ampuh mengusir stress, ya asalkan tetap bersikap bijak saja.

Jakarta Oh Jakarta: Tempat-tempat Belanja Murah Meriah

Selasa, 27 Desember 2011

Jakarta Oh Jakarta: Serba-serbi Angkutan Umum


Salah satu enaknya hidup di Jakarta adalah tersedianya banyak akses kendaraan umum yang menjangkau seantero kota selama 24 jam dan dengan ongkos yang masuk akal. Ada banyak moda transportasi tersedia di Jakarta, mulai dari angkot, bus kota, busway hingga kereta, semua tersedia saling sambung menyambung sehingga memudahkan kita dalam menjelajahi Jakarta. Tarif ongkos dari masing-masing kendaraan umum ini juga termasuk menyenangkan karena murah meriah, seperti contoh ketika naik bus kota, entah itu Metromini, Kopaja atau bus PPD, ongkos yang ditarik untuk jarak jauh maupun dekat rata-rata hanya dua ribu rupiah saja, dan jurusan yang tersedia pun mencakup hampir seluruh area Jakarta dan saling sambung menyambung sehingga memudahkan kita untuk berpegian. Mungkin yang patut diperhatikan adalah kode-kode trayek dalam bentuk angka supaya kita tidak salah jurusan, dan yang pasti keamanan diri sendiri karena kejahatan di dalam angkutan kota masih banyak mengintai dan kita perlu waspada untuk itu.

Selain bus kota yang murah meriah, di Jakarta juga terdapat banyak sekali angkot yang membantu kita untuk menjangkau hingga daerah-daerah pelosok Jakarta, ya walaupun kadangkala ongkosnya lebih mahal sedikit daripada bus kota. Soal kemananan dan kenyamanan sih masih patut diperhatikan juga, terlebih ketika belakangan ini kita sering mendengar kasus kejahatan yang terjadi di dalam angkot, terutama yang banyak menyerang perempuan yang sedang berpergian sendiri. Sedikit membuat lega adalah ketika Dinas Perhubungan DKI Jakarta menetapkan kebijakan bagi setiap angkot yang beroperasi di Jakarta untuk memasang kartu tanda pengenal masing-masing supirnya dan pemberlakuan larangan menggunakan kaca angkot yang gelap serta diwajibkan untuk menyalakan lampu dalam ketika sedang beroperasi malam hari. Hmm, usaha yang cukup bagus.

Lain lagi ketika berbicara mengenai kereta api yang juga menjadi salah satu moda trasnportasi utama warga ibukota dan juga warga di daerah-daerah penyangga Jakarta, biasanya sih disebut sebagai kaum komuter. Daftar perjalanan kereta komuter di Jakarta merupakan salah satu yang tersibuk di Asia Tenggara dimana kurang lebih 4 juta orang diangkut setiap harinya, memiliki banyak rute yang menghubungkan Jakarta dengan seluruh daerah-daerah penyangganya dan juga harga tiket yang masuk akal. Kereta komuter ini sendiri terbagi menjadi dua kelas yakni kelas ekonomi bagi masyarakat tidak mampu dengan harga tiket perjalanan berkisar Rp. 1.500,- hingga Rp. 2.500,- (tergantung jarak tempuh) dan selalu memiliki tingkat kepadatan tinggi hingga ada yang berjubel di atas gerbong kereta, sedangkan  jenis commuter line memiliki pendingin udara dengan harga tiket perjalanan sebesar Rp. 6.000,- sekali jalan. Saat ini kereta komuter telah memberlakukan rute memutar dan menerapkan sistem transit untuk memudahkan para penumpang menjangkau berbagai tempat tanpa harus berkali-kali membeli tiket, cukup satu tiket untuk sekali perjalanan asalkan tidak keluar dari area stasiun transit yang ditunjuk.
 Moda transportasi lainnya yang cukup lekat dihati masyarakat Jakarta adalah busway yang merupakan ide dari mantan Gubernur Sutiyoso yang sudah beroperasi sejak tahun 2005 silam. Moda tranpsortasi berupa bus berukuran besar yang berjalan di jaur khusus ini memiliki rute yang menjangkau hampir seantero Jakarta dan masih terus dibangun berbagai rute yang nantinya membuat setiap sudut Jakarta dapat diakses olehnya. Sistem transportasi yang menggunakan halte khusus ini menjadi salah satu favorit warga Jakarta karena ongkosnya yang murah meriah yakni cukup Rp. 3.500,- saja bisa menjelajah ibukota asalkan tidak keluar halte saat transit. Busnya berpendingin udara, kapasitasnya juga besar serta jumlah armadanya cukup banyak, tapi entah mengapa tetap saja di beberapa koridor rute, masih terlihat antrian panjang serta berjubelnya penumpang di dalam busway, plus ditambah dengan seringnya keterlambatan jadwal busway yang dapat membuat orang emosi. Walaupun begitu, busway tetap menjadi salah satu moda transportasi andalan warga Jakarta. 
Namun, moda transportasi yang paling melekat di benak masyarakat Jakarta adalah bus kota yang memiliki banyak sekali rute hingga menjangkau sudut-sudut terluar ibu kota. Dua perusahan oto bus (PO) yang paling terkenal adalah mikrobus Metromini dan Kopaja, serta beberapa PO bus besar seperti Mayasari Bhakti dan PPD. Metromini dan Kopaja sendiri merupakan rival raja jalanan, dapat ditemukan hampir di setiap sudut ibukota dan dengan tarif yang murah yakni rata-rata Rp. 2.000,- sekali jalan. Mungkin yang membedakannya adalah wilayah operasi beberapa trayek yang menandakan ciri khas masing-masing seperti Metromini yang banyak beroperasi di daerah pusat Jakarta, sedangkan Kopaja banyak beroperasi menghubungkan pusat Jakarta dan daerah pinggirannya. Secara kualitas kursi pun, untuk beberapa hal Kopaja lebih unggul dari Metromini karena di sebagian armadanya masih menggunakan kursi jok, bandingkan dengan Metromini yang semua kursi penumpangnya merupakan kursi plastik warna oranye. 

Bus-bus kota berukuran besar seperti Mayasari Bhakti dan PPD pun memiliki ciri khas, seperti contoh PPD yang semua armadanya merupakan kelas ekonomi dan hanya melayani rute perjalanan dalam kota Jakarta, sedang Mayasari Bhakti menyediakan berbagai pilihan kelas, baik ekonomi maupun yang ber-AC, rutenya pun lebih banyak dan menjangkau hingga daerah-daerah pinggiran Jakarta. Ongkos bus PPD lebih murah dibandingkan Mayasari Bhakti, namun kualitas aramadanya tidak sesehat Mayasari. Uniknya, ada beberapa bus PPD yang menggunakan bus-bus bekas dari Jepang dengan bentuk yang unik sehingga banyak orang menyebutnya sebagai bus Jepang.
Well, Jakarta menyediakan banyak sekali pilihan moda transportasi mulai dari angkutan umum yang murah meriah, angkutan personal macam bajaj dan ojek yang cukup murah hingga yang mahal sekelas taksi yang berjalan berdasarkan argometer. Tetap diingat untuk selalu waspada dalam setiap perjalanan di ibukota karena kejahatan selalu mengintai dimana-mana.